Senin, 04 Juni 2018

hukum talak dalam pernikahan


TALAK DAN RUJUK

1.Pengertian Talak
Talak secara bahasa adalah melepas ikatan, sedangkan secara istilah adalah melepas ikatan perkawinan dengan lafad talak atau yang semakna, atau menghilangkan ikatan perkawinan dengan seketika atau rentang waktu jarak tertentu dengan menggunakan lafad tertentu.
Yang dimaksud disini ialah melepaskan ikatan pernikahan.
menuru hukum asalnya makruh, berdasarkan  hadis nabi Muhammad saw berikut ini:
Yang artinya: “Dari Ibnu Umar. Ia berkata bahwa Rasullullh saw, telah bersabda sesuatu hal yang amat di benci Allha ialah talak.” ( HR. Abu Dawud dan Ibnu majah)
2.Hukum talak
Hukum talak ada 4 yaitu sebagai berikut :
 Wajib
a.Jika perbalahan suami isteri tidak dapat didamaikan lagi
b.Dua orang wakil daripada pihak suami dan isteri gagal membuat kata sepakat untuk perdamaian rumahtangga mereka
c.Apabila pihak kadi berpendapat bahawa talak adalah lebih baik.
d.Jika tidak diceraikan keadaan sedemikian, maka berdosalah suami.
Haram
a.Menceraikan isteri ketika sedang haid atau nifas.
b.Ketika keadaan suci yang telah disetubuhi.
c.Ketika suami sedang sakit yang bertujuan menghalang isterinya daripada menuntut harta pusakanya.
d.Menceraikan isterinya dengan talak tiga sekali gus atau talak satu tetapi disebut berulang kali sehingga cukup tiga kali atau lebih.
Sunat
a.Suami tidak mampu menanggung nafkah isterinya.
b.Isterinya tidak menjaga maruah dirinya.
Makruh
Suami menjatuhkan talak kepada isterinya yang baik, berakhlak mulia dan mempunyai pengetahuan agama.

3.Rukun Talak
Suami
(a)Berakal
(b)Baligh
(c)Dengan kerelaan sendiri
Isteri
(a)Akad nikah sah
(b)Belum diceraikan dengan talak tiga oleh suaminya
 Lafaz
(a)Ucapan yang jelas menyatakan penceraiannya
(b)Dengan sengaja dan bukan paksaaan
4.Bilangan Talak
Tiap-tiap orang merdeka berhak menalak istrinya dan talak satu sampai talak tiga. Talak satu atau dua masih boleh rujuk (kembali) sebelum abis masa iddahnya, dan boleh menikah kembali sesudah iddah.
Firman Allah SWT dalm Qs. Al- Baqarah ayat 229:
Artinya:229. Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu dari yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami isteri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, Maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, Maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka Itulah orang-orang yang zalim.
[144] Ayat Inilah yang menjadi dasar hukum khulu' dan penerimaan 'iwadh. Kulu' Yaitu permintaan cerai kepada suami dengan pembayaran yang disebut 'iwadh.
Adapun talak tiga tidak boleh rujuk atau kawin kembali, kecuali apabila si perempuan telah menikah dengan orang lain dan telah di talak pula oleh suaminya  yang kedua itu.
Firman Allah SWT QS. Al-Baqarah ayat 230;
kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah Talak yang kedua), Maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga Dia kawin dengan suami yang lain. kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, Maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.
C.Rujuk
1.Pengertian Rujuk
  Kata rujuk berasal dari kata bahasa arab yaitu “raja’a-yarji’i,rujk’an” yang berarti kembali dan mengembalikan, sedangkan secara terminologi, rujuk artinya kembalinya seorang suami kepada istrinya yang di talak raj’i, tanpa melalui perkawinan dalam masa iddah.    Rujuk disini adalah mengembalikan status hukum perkawinan secara penuh.
2.Hukum Rujuk
a.Wajib, khusus bagi laki-laki yang mempunyai istri lebih dari satu, jika salah seorang di talak sebelum gilirannya di sempurnakan nya.
b.Haram, apabila rujuk itu istri lebih menderita.
c.Makruh jika diteruskan, bercerai akan lebih abik bagi suami istri.
d.Sunnah jika rujuk akan membuat lebih baik dan mafaat bagi suami istri.
3.Rukun Rujuk
a.Istri syaratnya pernah di campuri talak raj’i dan masih dalam masa iddah, istri yan g tertentu yaitu kalau suami menalak beberapa istrinya kemudian ia rujuk dengan salah satu dari mereka dengan tidak ditentukan siapa yang di rujukkan maka rujuk nya tidak sah.
b.Suami, syaratnya atas kemauan sendiri dan tidak di paksa
c.Saksiyaitu dua orang laki-laki yang adil
d.Sighat (lafal) rujuk
4.Hukum Rujuk terhadaap Talak
a.Hukum Rujuk Terhadap Talak Raj’i
       Kaum muslimin telah sepakat bahwa suami mempunyai hak meruju’ istrinya selama istrinya masih dalam masa iddah, dan tgidak atau tanpa pertimbangan seorang istri atau persetujuan  seorang istri.
b.Hukum Rujuk Terhadap Talak Ba’in
  Talak ba’in dengan bilanga talak kurang dari tiga, dan ini terjadi pada istri yang belum di gauli tanpa di perselisihkan.
5.Hikmah Rujuk
a.Dapat menyambung semula hubungan suami isteri untuk kepentingan kerukunan numah tangga
b.Membolehkan seseorang berusaha untuk rujuk meskipun telah berlaku perceraian.
c.Membolehkan seseorang berusaha untuk rujuk meskipun telah berlaku perceraian.


0 komentar