Senin, 18 Desember 2017

MACAM-MACAM PUASA




MACAM-MACAM PUASA
Menurut syara’ puasa itu ada dua macam yaitu puasa wajib dan puasa sunat.  
1.    Puasa wajib atau fardhu
·      Puasa wajib dibagi menjadi tiga
1.    Puasa ramadhan
2.    Puasa kifarat
3.    Puasa nazar.
Pusa fardu telah banyak dijelaskan dalam berbagai madhab terutama madhab hanafi, syapi’i dan maliki. Meskipun banyak madhab tetapi mengenai puasa ramadhan para madhab tersebut bersepakat mengenai puasa ramadhan, kifarat dan nazar.
a.    Puasa ramadhan dan dalil dasarnya
Pusa ramadhan awalny diperintahkan kepada seluruh manusia yang hadi atau menghadiri pada bulan ramadhan baik itu orang kafir maupun orang yahudi, tetapi alloh menghususkan bagi orang-orang beriman baik laki-laki maupun perempuan yang sudah memenuhi sarat dan rukunnya wajib melaksanakan pusa pada bulan ramadhan. dalil dasarnya yang menyatakan kewajiban puasa ramadhan ialah Al-qur’an, hadits dan ijma’. Dalil dari Al-qur’an iala firma Allah swt :
Artinya: (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
b.    Puasa kifarat, yaitu puasa yang wajib dilaksanakan karena sesuatu sebab contohnya puasa dua bulan berturut-turut karena melakukan hubungan suami istri pada bulan reamadhan di siang hari.
c.    Puasa nazar (janji), yaitu wajib karena seseorang mewajibkan puasa untuk dirinya, contoh janji yang pernah dijanjikan tetapi tidak ditepati.
2.    Puasa sunnah (mandub)
Puasa sunnah ialah puasa yang apabila dikerjakan mendapat pahala, dan apabila ditinggalkan tidak berdosa.
Berikut contoh-contoh puasa sunnat:
a.    Puasa pada tanggal 10 muharam yang disebut puasa asyura
b.    Puasa pada bulan dzulhijjah dilaksanakan pada tanggal 9, disebut puasa arafah sebaiknya dari tanggal 1-9
c.    Puasa hari senin dan kamis
d.   Puasa pada bulan syawal sebanyak 6 hari
e.    Puasa nabi dawud yaitu puasa sehari dan berbuka sehari
f.     Puasa pada bulan bilan yang dimuliakan, yaitu bulan rajab, Dzulqa’dah, dzulhijjah dan Muharram
3.    Yang Ketiga Ialah Puasa yang diharamkan
1.      Puasa i’daen yaitu pada dua hari raya, yakni (Idul Fitri) dan (idul adha)
2.      Puasa hari tasyrik yakni Tiga hari setelah hari raya kurban pada tanggal 11,12 dan 13 dibulan dzulhijah..

0 komentar