Pengertian Itikaf
Ditinjau dari segi bahasa: Itikaf bermakna :berdiam di suatu tempat, Adapun pengertian i’tikaf menurut istilah adalah berada dalam mesjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah, baik disiang hari maupun malam hari. Apapun jenis ibadahnya yang boleh dilakukan di tempat itu.
Firman Allah swt.
Artinya: janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. (al-baqarah ayat 187)
dalam hadits ‘Aisyah berkata :
“Adalah Nabi beri’tikaf sepuluh akhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Hukum i’tikaf adalah sunah muakad, tetatpi bisa jadi wajib kalau dia bernazar untuk melakukan i’tikaf. Rasulullah bersabda :
“Tunaikan nazarmu itu”. HR. Bukhari dan Muslim
Adapun fadhilahnya maka i’tikaf mempunyai beberapa keutamaan yang tidak terdapat pada ibadah lainnya, diantaranya:
1.I’tikaf merupakan (cara) yang untuk mendapatkan lailatul qodar dari hari yang ganjil yaitu tanggal 21 sampai akhir puasa
2.Orang yang beritikaf bisa melaksanakan salat fardu berjamaah tiap har waktu dan mendapatkan barisan pertama, dan bisa pula melakukan azan pada waktu datang salat
3.I’tikaf juga membiasakan jiwa untuk senang berlama-lama tinggal dalam masjid, dan menjadikan hatinya terpaut pada masjid
4.Apabila berpuasa akan terhindar dari hal-hal yang membatalkan puasa baik lisan ataupun perbuatan
5.Dengan I'tikaf membiasakan hidup sederhana, zuhud dan tidak tamak terhadap dunia yang sering membuat kebanyakan manusia tenggelam dalam kenikmatannya.
Rukun-Rukun I’tikaf
1.Niat, karena tidak sah suatu amalan melainkan dengan niat.
2.Tempatnya harus di masjid.
Tatakrama dalam i’tikaf
Ada beberapa adab yang hendaknya seseorang yang beri’tikaf memperhatikannya dan berusaha untuk melaksanakannya. Diantara adab-adab tersebut adalah :
1.Memperbanyak ibadah-ibadah sunnah yang mendekatkan dirinya kepada Allah.
2.Membuat bilik-bilik di masjid untuk digunakan berkhalwat sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi, terutama jika ada wanita yang ikut beri’tikaf, maka wajib atas wanita untuk membuat bilik-bilik tersebut agar terhindar dari ikhtilat (bercampur) dan saling pandang-memandang dengan lawan jenis.
3.Meninggalkan perdebatan dan pertengkaran walaupun dia berada di pihak yang benar.
4.Juga hendaknya menghindari dari mengumpat, berghibah, dan berkata-kata yang kotor, karena hal-hal tersebut terlarang di luar i’tikaf maka pelarangannya bertambah pada saat i’tikaf.
5.Dan secara umum seluruh perbuatan dan perkataan yang tidak bermanfaat hendaknya ditinggalkan, karena semua hal itu akan mengurangi pahala beri’tikaf
Syarat-Syarat I’tikaf
Adapun syarat-syarat bagi orang yang i’tikaf :
1.Islam
2.Berakal sehat
3.Suci dari daid, nifas, dan jinabah.
Semoga artikel ini menjadi manfa’at bagi kita semua amin.

0 komentar
Posting Komentar