Kamis, 19 April 2018

MACAM MACAM AKHLAK


1.Pengertian Akhlak
Secara bahasa pengertian akhlak yang berarti tindak tanduk, budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Secara istilah yang dimaksud dengan akhlak adalah “mengatur hubungan manusi dengan sesama manusia, manusia dengan Tuhan dan manusia dengan alam”.
Dari definisi-definisi tentang akhlak di atas dapat disimpulkan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa seseorang yang mampu melahirkan macam-macam perbuatan baik maupun buruk secara gampang dan mudah (spontan) tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan lebih dahulu.
2.Dasar Akhlak
Akhlak merupakan satu hal yang sangat penting  untuk dimiliki oleh setiap individu umat Islam. Hal ini di dasarkan atas diri Rosullullah SAW yang begitu berakhlak mulia dan kita sebagai umatnya sudah selayaknya memiliki akhlak mulia ini.
وإنك لعلى خلق عظيم (القلم: 4)
Artinya : “Sesungguhnya engkau (Muhammad)  orang yang berakhlak sangat mulia“. (Q.S Al-Qalam : 4)
Didalam Alqur’an  lebih tegas Allah pun memberikan penjelasan scara transparan  bahwa akhlak Rosullullah SAW sangat layak untuk dijadikan standar moral bagi umatnya, sehingga layak untuk dijadikan idola yang diteladani  sebagai suri tauladan yang baik ( uswatun Hasanah), sesuai firmannya.
لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة (الأحزاب: 21)
Artinya : “Sesungguhnya bagi kamu pada diri Rosullullah itu terdapat suri tauladan yang baik” (Q.S Al-Ahzab).
Ayat tersebut memberikan penegasan bahwa Rosullullah merupakan contoh yang layak ditiru dalam segala sisi kehidupannya. Di samping itu ayat tersebut juga mengisyaratkan bahwa tidak ada satu “sisi gelap” (kejelekan) pun pada diri Rosulullah SAW. Karena semua sisi kehidupannya dapat ditiru dan diteladani. Ayat di atas juga mengisyaratkan bahwa Rosulullah SAW sengaja dijadikan oleh Allah SWT untuk menjadi pusat akhlak umat manusia secara universal, karena Rosulullah SAW diutus sebagi “rahmatan lil ‘aalamiin”.
Karena kemuliaan akhlak Rosulullah SAW tersebut itulah, maka Allah SWT memerintah kepada Muhammad untuk menjalankan misi menyempurnakan akhlak seluruh umat manusia agar dapat mencapai akhlak yang mulia. Yang menjadi persoalan di sini adalah bagaimana substansi akhlak Rosulullah itu ? Dalam hal ini para sahabat pernah bertanya kepada istri Rosulullah SAW yakni Aisyah r.a. yang dipandang lebih mengetahui akhlak Rosulullah SAW dalam kehidupan sehari – hari. Dari pertanyaan tersebut Aisyah memberi jawaban, “Substansi akhlak Rosulullah SAW itu adalah al-Qur’an”.
Dari jawaban singkat tersebut dapat diketahui bahwa akhlak Rosulullah yang tercermin lewat semua tindakan, ketentuan, atau perkataanya senantiasa selaras dengan al-Qur’an dan benar-benar merupakan praktek riil dari kandungan al-Qur’an , semua perintah dilaksanakan, semua larangan dijauhi, dan semua isi al-Qur’an didalamnya untuk dilaksanakan di dalam kehidupan sehari-hari. Adapun posisi akhlak dalam Islam dapat dilihat dalam beberapa uraian Nabi Muhammad SAW di dalam beberapa hadistnya:
a.Akhlak dijadikan sebagai landasan utama agama. Rosulullah SAW bersabda:
انّما بعثت لأتمّم مكارم الأخلاق
”Sesungguhnya aku diutus oleh Allah SWT (mengemban ajaran Islam), hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.
b.Akhlak dijadikan sebagai tolak ukur utama kebahagiaan di akhirat. Rosulullah SAW bersabda:
وعن أبي الدرداء رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ما من شيء أثقل في ميزان العبد المؤمن يوم القيامة من حسن الخلق, وإن الله يبغض الفاحش البذي (رواه الترمذي) وقال : حديث صحيح.
Artinya: “Dari Abu Darda’ ra. Bahwasanya Nabi saw. Bersabda: “Tiada sesuatupun yang lebih berat dalam timbangan seoarang mukmin nanti pada hari kiamat melebhi budi pekerti yang baik, dan sesungguhnya Allah membenci orang yang keji dan suka berkata kotor”. (HR. At-Turmudzy)
c.Akhlak yang dijadikan sebagai tolak ukur kualitas kepatuhan manusia terhadap Tuhannya. Rosulullah SAW bersabda:
وعنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: اكمل المؤمنين ايمانا احسنهم خلقا, وخياركم لنسائهم, رواه الترمذي: وقال حديث حسن صحيح.
Artinya: “Dari Abi Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Orang mukmin yang paling sempurna imannya yaitu orang yang paling baik budi pakertinya diantara mereka, dan orang yang paling baik diantara kamu sekalian yaitu: orang yang paling baik terhadap istrinya”. (HR. At-Turmudzy)
3.Pembagian/ Macam-Macam Akhlak
Pada hakikatnya Akhlak dibagi menjadi 2 :
1.Akhlak Mahmudah
Akhlak mahmudah artinya akhlak yang terpuji, baik atau terpuji bisa disebut juga akhlakul karimah yang artinya akhlak yang mulia. Contoh dalam kehidupan sehari-hari seperti sabar dalam setiap menghadapi musibah, rendah hati dan tidak sombong dalam menjalani kehidupan, ikhlas dalam membantu sesama, suka menolong orang lain dalam menghadapi kesulitan.Dalam pembahasan ini akhlak mahmudah meliputi: akhlak kepada Allah, terhadap sesama manusia dan sesama makhluk lain.
a)Akhlak kepada Allah
Akhlak mahmudah kepada Allah “pada  prinsipnya merupakan penghambaan diri secara total kepadanya. Sebagai mahluk yang dianugrahi akal sehat, manusia  wajib menempatkan diri pada posisi yang benar yakin sebagai penyembah yang memposisikannya sebagai dzat yang kita pertuhankan. Akhlak kepada Allah (Kholik), antara lain beribadah kepada Allah, Yaitu”Melaksanakan perintah Allah untuk menyembah-Nya sesuai dengan perintah-Nya. Selalu berdzikir kepada Allah dan selalu mengingat Nya dimanapun berada dan setiap saat. Dzikir tersebut dapat dilakukan melalui mulut maupun hati. Dan selalu berdoa dan mohon ampun kepada Nya, karena doa merupakan inti ibadah dan kekuatan doa ini dapat menembus akal manusia. Oleh karena itu, setiap muslim harus berusaha dan berdo’a serta tawakal  dan pasrah kepada Allah setelah kita berusaha dan berdo’a. Karena kita tahu bahwasanya setiap orang yang hidup didunia ini tidak mempunyai kemampuan apa-apa kecuali karena kehendak Allah. Sehingga kita tidak layak jika menjadi orang yang sombong dan angkuh dimuka bumi ini.
b)Akhlak Kepada Manusia
Akhlak terhadap manusia ini dapat dirinci sebagai berikut:
-Akhlak kepada Rosullulah secara tulus dengan mengikuti semua sunnahnya.
-Akhlak kepada kedua orang tua, yaitu berbuat baik kepada keduanya (birr al-walidain) dengan ucapan dan perbuatan. Hal tersebut dapat dibuktikan dalam bentuk-bentuk perbuatan antara lain: Menyayangi dan mencintai mereka sebagai bentuk terimakasih dengan cara tutur kata yang sopan dan lemah lembut,`mentaati perintah , meringankan beban, serta menyantuni mereka jika sudah tua dan tidak mampu lagi berusaha.
-Akhlak kepada diri sendiri, seperti sabar adalah perilaku seorang terhadap dirinya sendiri sebagi hasil dari pengendalian nafsu dan penerima terhadap apa yang menimpanya.
-Akhlak kepada tetangga, seperti saling tolong menolong, saling mengunjungi, saling memberi, saling menghormati dan saling menghindari pertukaran dan permusuhan.
-Akhlak kepada masyarakat, seperti memuliakan tamu, menghormati nilai dan norma dalam masyarakat, saling menolong dalam melakukan kebajikan dan taqwa, menganjurkan anggota masyarakat, termasuk diri sendir, untuk berbuat baik dan mencegah diri dari melakukan dosa.
c)Akhlak kepada Bukan Manusia (Lingkungan Hidup)
Akhlak kepada lingkungan hidup ini dapat berupa hal- hal                                                                                                                                                                                          atau sikap menjaga lingkungan hidup, menjaga dan memanfaatkan alam, terutama hewani dan nabati, untuk kepentingan manusia dan mahluk lainnya, sayang kepada sesama mahluk dan menggali potensi alam seoptimal mungkin demi kemslahatan manusia dan alam sekitarnya.
2.Akhlak yang Tercela (Madzmumah)
Akhlak tercela yaitu akhlak yang tidak dalam kontrol illahiyah atau berasal dari hawa nafsu. Sifat ini merupakan kebalikan dari akhlak yang terpuji, contohnhya dalam kehidupan sehari-hri seperti takabbur (sombong) dalam kehidupan, su’udzon (berprasangka buruk) selalu berperasangka buruk terhadap orng lain, malas dalam segala hal dan lain-lain.
4.Tujuan Akhlak
a.memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Kebahagiaan itu akan terwujud jika seseorang berakhlakul karimah yaitu akan mendapatkan ketentraman jiwa dan ketenangan hati. Dengan keadaan yang demikian itu hidupnya akan lebih ringan tanpa adanya beban karena hati dan jiwa kaya akan kebahagiaan.
b.Mencari ridho Allah .Pencarian keridhoan Allah diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan melaksanakan segala perbuatan yang diakui Allah SWT. Dengan mengharapkan ridho dari Allah berarti ia telah ikhlas dalam segala amal perbuatannya. Ridho Allah inilah yang melandasi  akhlak seseorang, baik akhlak kepada Allah , manusia, maupun akhlak kepada mahluk lainnya.
c.Membentuk kepribadian muslim . Dengan dibekali akhlak yang baik maka seseoranmg akan menjadi pribadi yang baik. Oleh sebab itu akhlak harus diberikan sejak dini agar menjadi pribadi muslim yang baik.
d.Memperoleh kemajuan rohani. Tujuan ilmu pengetahuan ialah meningkatkan kemajuan manusia di bidang rohaniah atau bidang mental spiritual. Antara orang yang berilmu pengetahuan tidaklah sama derajatnya dengan orang yang tidak berilmu pengetahuan. Orang yang berilmu, praktis memiliki keutamaan dengan derajat yang lebih tinggi.
Firman Allah:
Artinya : “Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan pada derajat yang tinggi. Dan Allah tahu betul apa-apa yang kamu kerjakan”.(QS.Al-Mujadalah: 11)
e.Sebagai Penuntun kebaikan. Rosullulah sebagai teladan utama, karena beliau mengetahui akhlak mulia yang menjadi penuntun kebaikan manusia. Sebagai mana disebutkan dalam Al-Qur’an :
Artinya: “Sesungguhnya engkau Muhammad berbudi pekerti yang luhur”.(QS. Al Qalam:4)
f.Memperoleh Kesempurnaan iman. Iman yang sempurna akan melahirkan kesempurnaan Akhlak.
g.Memperoleh keutamaan hari akhir. Orang-orang yang berakhlak luhur, akan menempuh kedudukan yang terhormat dihari kiamat.

0 komentar