ILMU TAJWID
Ilmu
tajwid adalah ilmu yang mempelajari tata cara membaca Al-Qur`an dengan baik dan
benar . seorang mukmin diperintahkan untuk membaca Al-Qur`an dengan tajwid .
membaca AL-QUR`AN dengan ilmu tajwid akan mencegah kesalahan dalam membaca dan kesalahan dalam
mengartikan ayat-ayat Al-Qur`an sehingga mengakibatkan kekeliruan maknanya .
hukum dalam ilmu tajwid di bagi menjadi dua , yaitu fardu kifayah dan fardu
ain.
Hukum
kifayah berlaku bagi orang yang mempelajari Al-Qur`an. jika telah ada
sekelompok orang pada wilayah tertentu yang mempelajari ilmu tajwid, kewajiban
orang yang lainnya menjadi gugur. akan tetapi, ketika tidak ada yang
mempelajarinya, semua orang di wilayah tersebut berdosa. Adapun hukum fardu
ain dikenakan bagi orang yang membaca Al-Qur`an.
setiap orang yang membaca Al-Qur`an wajib menerapkan ilmu tajwid. Banyak
keutamaan dari membaca Al-Qur`an dengan baik dan benar . nabi muhammad saw.
Bersabda
Sebagai berikut .
artinya; dari sa`ad bin
hisyam dari aisyah, ia berkata, rasulullah saw. Bersabda, ‘orang yang membaca Al-Qur`an dan ia pandai membacanya maka ia [akan
kumpul] bersama para utusan yang mulia dan berbakti [para rasul]. Orang yang
membca Al-Qur`an
Berikut ini ada dalil atau
pernyataan shahih dari Allah SWT yang mewajibkan setiap HambaNya untuk membaca
Al-Quran dengan memahami tajwid, diantaranya :
1. Dalil pertama di ambil dari
Al-Quran. Allah SWT berfirman dalam ayatNya yang artinya “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan/tartil (bertajwid)”[QS:Al-Muzzammil
(73): 4]. Ayat ini jelas menunjukkan bahwa Allah SWT memerintahkan Nabi
Muhammad untuk membaca Al-Quran yang diturunkan kepadanya dengan tartil, yaitu
memperindah pengucapan setiap huruf-hurufnya (bertajwid).
2. Dalil kedua diambil dari As-Sunnah (
Hadist ) yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah r.a.(istri Nabi Muhammad SAW),
ketika beliau ditanya tentang bagaimana bacaan Al-Quran dan sholat Rasulullah
SAW, maka beliau menjawab: ”Ketahuilah
bahwa Baginda S.A.W. Sholat kemudian tidur yang lamanya sama seperti ketika
beliau sholat tadi, kemudian Baginda kembali sholat yang lamanya sama seperti
ketika beliau tidur tadi, kemudian tidur lagi yang lamanya sama seperti ketika
beliau sholat tadi hingga menjelang shubuh. Kemudian dia (Ummu Salamah) mencontohkan
cara bacaan Rasulullah S.A.W. dengan menunjukkan (satu) bacaan yang menjelaskan
(ucapan) huruf-hurufnya satu persatu.” (Hadits 2847 Jamik At-Tirmizi).
3. Dalil ketiga diambil dari Ijma atau
pendapat para ulama besar Islam. Yakni kesepakatan para ulama yang dilihat dari
zaman Rasulullah SAW hingga sampai saat ini, yang menyatakan bahwa membaca
Al-Quran dengan ber-Tajwid merupakan hukum atau sesuatu yang fardhu dan wajib.
Hukum Nun Mati dalam Tajwid
ا حكا م النون السا كنة والتنو ين
Hukum tajwid bacaan nun mati atau
sukun dan tanwin bertemu dengan 28 huruf hijaiyah itu ada yang mengatakan
4 dan 5 , kalau di dalam kitab Syifaul Jinan (Hidayatusshibyan) itu disebutkan
ada 5 sedangkan di kitab tuhfatul athfal itu ada 4. Dan jika sobat ditanya
seseorang atau menjawab soal ujian tes , ada berapakah hukum nun mati dan
tanwin itu ? sobat bisa menjawab 4 atau 5 , itu tergantung dari kitab yang
sobat pelajari , jika nanti sobat disalahkan , nanti sobat bisa menjelaskan apa
alasanya tadi.
Sebenarnya hukum bacaan nun sukun
dan tanwin itu antara kitab syifaul janan dan kitab tuhfatul athfal itu
hampir sama, cuman letak perbedaanya ada pada bagian idghom , kalau
di Syifâ'al-Jinân fî Tarjamah Hidâyah al-Shibyân karangan
simbah Ahmad Muthahhar ibn Abdurrahman al-Maraqi al-Samarani pengasuh
pondok futuhiyyah mranggen idgham dihitung 2 yaitu idgham bighunnah dan
idghom billaghunnah jadi totalnya ada 5 , sedangkan di kitab tuhfatul athfal
idgham cuman ada 1 ( tapi nanti di perinnci lagi jadi 2 ) jadi karena idghamnya
cuman di sebutkan 1 totalnya ada 4.
للنون ان تسكن وللتنوين # ا ر بع ا حكا
م فخد تبيين
Setelah kita mengetahui perbedaanya
, langsung saja mari kita cari tahu pengertian hukum bacaan nun mati dan sukun
satu persatu beserta dengan contohnya. Oh iya sebelum kita masuk ke
materi , alangkah baiknya jika kita tahu skemanya , untuk itu saya berikan
skema hukum nun mati atau sukun kepada sobat tercinta berikut ini :
1. Hukum Bacaan Nun Mati dan Tanwin
Ketika Bertemu Huruf Hijaiyah
Dalam
memmbaca Al-Qur'an kita tidak boleh membacanya dengan sembarangan, salah baca
dikit saja, maka artinya pun juga berbeda. maka dari itu kita perlu ilmu yang
namanya ilmu tajwid, salah satu ilmu tajwid adalah tentang hukum bacaan nun
sukun atau nun mati serta tanwin bertemu dengan ke 28 huruf hijaiyah , yaitu
sebagai berikut :
a. Pengertian dan Contoh Idzhar Halqi
Kaidah idzhar
فا لا ول ا ظها ر قبل الا حرف # للحلق
ست ر تبت فلتعرف
Tarif
idzhar
اخراج كل حرف من مخرجه من غير غنة فى الحرف
المظهر
Idzhar
adalah Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf halqi
yakni : hamzah, kha, kho’, ‘ain, ghain , ha ( ء ه ح خ ع غ ) maka
hukum bacaannya adalah idzhar halqi yang berarti harus dibaca terang dan jelas
seperti contoh idzhar dibawah ini :
من أمََنَ , مِنْهُ , غَفُوْرٌ حَلِيمٌ
من أمََنَ , مِنْهُ , غَفُوْرٌ حَلِيمٌ
b. Pengertian dan Contoh Idghom
bighunnah
Kaidah idghom
والثا نى اد غا م بستت اتت # فى ير
ملون عند هم قد ثبتت
لكنها قسما ن قسم يد غما # فيه
بغنة بينمو علما
Tarif idghom
التقا ء حر ف سا كن بحرف متحرك بحيث يصيران حر ف و ا حدا مشد د ير
تفع اللسا ن عنده النطق بهما
Idgham
bighunnah adalah Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu
huruf ya’, nun, mimi, dan wawu (ي ن م و) maka hukum bacaannya disebut
idghom bighunnah) (إدغام بِغُنَّة yang berarti harus dibaca dengan
dimasukkan atau ditasydidkan kedalam salah satu huruf yang empat itu dengan
suara mendengung. Seperti contoh dibawah ini :مَنْ يَقُوْلُ , مِنْ نُوْرٍ ,
مَنْ مَنَعَ
c. Pengertian dan Contoh Bacaan Idghom
Bilaghunnah
Kaidah idghom bilaghunnah
والثان ادغام بغيرغنة # فى اللام والرا
ثم كررنة
Idgham
Billaghunnah adalah Apabila ada nun sukun dan tanwin bertemu dengan salah satu
huruf lamل) ) dan ra' (ر) maka hukum bacaannya adalah idghom bila
ghunnah (إدغام بلاغنًة) yang membacanya dengan cara memasukkan dengan
tanpa mendengung. Seperti contoh dibawah ini : مِنْ رَبِهِمْ , مَنْ لَمْ
d. Pengertian Bacaan Iqlab dan
Contohnya
Kaidah iqlab
والثالث الاقلاب عندالباء # ميمابغنةمع الاحفاء
Tarif iqlab
جعل حر ف مكان حر ف ا خرمع الاحفاء لمراعة ا لغنة
Iqlab
Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ba’ (ب) maka hukum
bacaannya adalah iqlab (إِقلاب) yang membacanya dengan cara huruf nun atau
tanwin itu dibalik atau ditukar menjadi suara mim (م). Seperti contoh
iqlab berikut : سميعٌ بَصِيْرٌ , كِرَامٍ بَرَرَةٍ
e. Pengertian Ikhfa’ Haqiqi Beserta
Contoh
Kaidah ikhfa
وا لرابع الاحفاءعندالفاضل # من الحروف وا جب
للفاضل
فى خمسةمن بعدعشررمز ها# فى كلم هذا البيت قدظمنتها
صف دثناكم جادشخص قدسم # دم طيبازدفى تق ضع
ظلما
Tarif ikhfa
عبارةعن النطق بحرف ساكن عل الصفةبين الاظﻬﺎروالادغام عا رعن التشديدمع بقاء الغنة
Ikhfa'
Apabila ada nunu sukun atau tanwin bertemu dengan huruf yang 15 di bawah ini
maka hukum bacaannya adalah Ikhfa’ haqiqi yang cara membacanya adalah
samar-samar antara idghom dan idzhar. Huruf Ikhfa’ yang 15 antara lain :
ت ث ج د ذ ز
س ش ص ض ط ظ ف ق ك
Contoh Ikhfa’ : مِنْ جُوْعٍ , مِنْكُم , أَ نْفُسَكُمْ
Contoh Ikhfa’ : مِنْ جُوْعٍ , مِنْكُم , أَ نْفُسَكُمْ
HUKUM NUN DAN
MIM SYIDAH
احكام الميم ثم
نوناالمشددين
A. Nun syidah dan mim syidah
Nun dan mim syidah adalah huruf nun dan
mim yang berharokat tasdidi maka hukumnya disebut gunnah musadad. Contohnya من الجنة والنا س Kaidahnya
وغن ميما ثم نو نا شددا # وسم كلاحر ف غنةبدا
HUKUM MIM SUKUN
احكا
م الميم السا كنة
B. Hukum Mim sukun
Kaidahnya
وا لميم ا نتسكن تجي قبل الهجا لاالف
لينة لدي الحجا
mim sukun adalah
huruf mim yang berharkat sukun, hukum bacaannya ada tiga macam, yaiti: ikhfa
safawi,idgom sogir, idzhar safawi.
احكا مها ثلاثة لمن ضبط # اخفاء ادغام واظهارفقط
a.
ikhfa
syafawi,
Kaidahnya
فالاول الاحفاءقبل الباء # وسمه ا لشفو
ي للقراء
Ta’rif ikhfa
safawi
اتفاق الحرفين مخرخا لاصفة بغنة ظا هرة
adalah: dua huruf yang sama dalam
makhrojnya tetapi tidak dalam sifatnya, hurufnya satu, yaitu huruf ba, seperti bertemunya
mim mati dan huruf ba. contohnya tarmiihim bihijaarotin. وما هم بمؤ منين
b.
idghom sogir,
kaidah
idgom sogir
والثاني ادغا م بمثلها اتى# واسم ادغا ما صغيرا يافتى
Tarif idgom
sogir
اتفاق الحرفين صفةومحرجاويسكن اولهما
adalah
dua huruf yang sama dalam makhrojnya dan sifatnya dan mati huruf yang pertama
dari yang dua,hurufnya satu huruf mim seperti bertemunya huruf mim mati dan
mim, contohnya walakum maakasabtum. ولكم ما كسبتم
c.
izhar safawi,
kaidahnya
والثالث الاظهارفي البقية# من اخرف وسمهاسفوية
Tarifnya
عبا رة عن تبيين الحر ف عند البا قى الحر و ف
adalah
jelas dibibir maksudnya bertemunya huruf mim mati dengan huruf hijaiyah kecuali
huruf mim dan huruf ba, jumlah huruf izhar safawi ada 26 contohnya
ان كنتم تعلمون
C.
HUKUM
ALIF LAM
1.
Wajib idzhar (Alip lam Qamariyah)
Kaidahnya:
اولاهما اظهاره فلتعرف# قبل اربع مع عشرة خد علمه
Alip lam qamariyah adalah Alif
Lam yang dirangkaikan dengan salah satu huruf Qamariyah maka Alif Lam harus
dibaca jelas. Adapun huruf Qamariyah jumlahnya ada empat belas, yaitu : من ابغ حجك وخف عقيمه
2. Wajib
idghom (Alip lam Syamsiyah)
Kaidahnya
ثا نيهما ادغا مها فى اربع # وعشرة ايضا ورمزها فع
Alip lam Syamsiyah adalah suara Alif lam di idghamkan ke
dalam huruf Syamsiyah yang ada dihadapannya, sehingga suara alif lam menjadi
lebur karena dimasukkan dengan huruf Syamsiyah tersebut. Adapun huruf syamsiyah
jumlahnya ada empat belas, yaitu :
طب ثم صل ر حما تفز ضف دا نعم # دع سو ء ظن شر
يفا للكر م
ط ث ص ر ت ض ﺫ ن د س ظ زظ ش ل
HUKUM
IDGHOM
Idgham Mutamatsilain
Idgham Mutamatsilain
adalah pertemuan huruf mati / bersukun dengan huruf yang sama yang berharakat
misalkan: ب dan ب
Idgham Mutaqaribain
Pengertian Idgham
Mutaqaribain ialah pertemuan dua huruf yang hampir sama makhrajnya namun
berbeda sifatnya, Adapun huruf Idham Mutaqaribain adalah:
Cara membaca idgham
mutaqaribain adalah dengan mengabaikan/tidak membaca huruf pertama dan membaca
huruf kedua secara bertasdid:
Contoh - contoh
idgham mutaqaribain :
Idgham Mutajanisain
Pengertian Idgham
Mutajanisain yaitu: pertemuan dua huruf yang berbeda, namun sama makhrajnya
(tempat keluarnya suara). Adapun huruf - huruf yang makhrajnya sama adalah
sebagai berikut:
Cara membaca idgham mutajanisain
adalah dengan mentasydidkan huruf yang ke dua, sehingga huruf pertama diabaikan
atau tidak dibaca.
Contoh - contoh
idgham mutajanisain:
Hukum Bacaan Qalqalah
Secara lughawi (arti bahasa) qalqalah berarti
goyangan atau gerakan. Sedang secara istilahi (terminologis) qalqalah adalah
pantulan suara tiba-tiba sehingga terdengar suara memantul atau membalik.
Huruf-huruf qalqalah ini ada lima, yaitu qaf ( ق),
tha’ ( ط), ba’ ( ب), jim ( ج),
dan dal ( د) yang biasa
dikumpulkan dalam lafazh قَطْبُ جَدٍ . Cara membaca qalqalah ini harus
terdengar suara pantulan pada setiap huruf dari lima hurufnya, terutama ketika
diwaqafkan (Marzuki, 2012).
Qalqalah ada dua macam, yaitu qalqalah shughra dan
qalqalah kubra. Kedua macam qalqalah ini akan diuraikan di
bawah ini:
1.
Qalqalah shughra
Shugra berarti
kecil. Qalqalah shughra berarti qalqalah kecil, artinya
qalqalah yang pantulannya terlihat dengan tidak begitu jelas, karena berada di
tengah kata dan segera disambung dengan bacaan sesudahnya. Qalqalah shughra ini
terjadi pada huruf-huruf qalqalah yang berharakat sukun/mati yang asli dan
berada di tengah kata.
2.
Qalqalah kubra
Kubra berarti
besar. Dengan demikian, qalqalah kubra berarti qalqalah besar,
artinya qalqalah yang pantulannya terlihat dengan jelas, karena berada di akhir
bacaan (diwaqafkan).
Hukum
Bacaan tafhim dan tarqiq
Hukum
bacaan tafhim disebut dengan isti’la dan hukum bacaan tarqiq disebut isti’pal Huruf-huruf
Istila’ ialah huruf yang dibaca dengan tebal kerana sebahagian besar dari
pangkal lidah terangkat ke lelangit semasa menyebutnya. Huruf Isti’la’ ada 7
huruf; خ, ص , ض , ط , ظ , غ , ق .Martabat
ketebalan huruf-huruf Isti’la’ tersebut berubah mengikut keadaannya yang disebut
huruf itbaq terbahagi kepada 5
Huruf Lam Jalalah
Hukum Bacaan lam (Lam)
berkaitan dengan lafaz allah (allah) atau bisa di sebut dengan lam jalalah atau
lafzul jalalah. Hukum bacaaan lam di bagi menjadi dua, yaitu mufakhkhamah
(Tebal) dan muraqqaqah (tipis), tergantung posisinya di dalam kalimat.
1. Lam
Mfakhkhamah
Lam mufakhkhamah ataulam tafkhim adalah
lam yang dibca tebal. Cara cara mengucapkannya, mulut menjorok ke depan. Lam
dibaca mufakhkhamah atau tapkhim apabila dalam keadaan berikut.
a. Lafzul
jalalah berada di awal susunan kalimah
b. apabila
lafaz jalalah didahului oleh huruf yang ber harakat fathah
c. Apabila
lafaz jalalah didahului oleh hurup yang berharkat damah
2. Lam
Tarkik
Lam muraqqaqah atau tarkik terjadi apabila huruf lam
dalam lafaz jalalah didahului oleh huruf yang berharkat kasrtah, maka dibaca
tipis dan posisi mulut tidak menjorok kedepan.
Huruf
Raa
Dalam
ilmu tajwid hukum bacaan ra dibagi menjadi dua , yaitu Ra tafkhim dan Ra
tarqiq
1.
Bacaan Ra’ yang dibaca
Tafkhim ( tebal )
Ciri – cirinya :
a.
Apabila ra berharakat fathah
b.
Apabila Ra berharakat Damah
c.
Apabila Ra berharakat sukun dan huruf sebelumnya
berharakat fathah
d.
Apabila Ra berharakat sukun dan huruf sebelumnya
berharakat damah
e.
Apabila ada ra sukun atau ra mati dan huruf sebelumnya
berharakat kasrah aridhah atau kasrah bukan asli yaitu kasrah yang terdapat pada
hamzah wasal , tetapi diwasalkan sehingga hamzah itu tidak terbaca .
f.
Apabila ada ra sukun yang huruf sebelumnya berharakat
kasrah dan huruf sesudahya adalah huruf isti’la yang tidak berharakat kasrah .
g.
Huruf Ra sukun yang diwaqafkan , dan huruf
sebelumnya adalah huruf yang berharakat fathah
h.
Huruf Ra sukun yang di waqafkan dan huruf sebelumnya
adalah huruf yang berharakat domah
i.
Huruf Ra sukun yang diwaqafkan dan huruf
sebelumnya adalah huruf alif
j.
Huruf Ra sukun yang diwaqafkan dan huruf sebelumnya
adalah huruf wawu
k.
Huruf Ra sukun yang diwaqafkan , yang huruf sebelumnya
adalah huruf berharakat sukun dan diawali oleh huruf yang berharakat fathah
l.
Huruf ra sukun yang di waqafkan , yang huruf
sebelumnya adalah huruf berharakat sukun dan diawali dengan huruf yang
berharakat domah. Contoh bacaan ra tafkhim :
2. Hukum Bacaan Ra Tarqiq ( tipis )
Ciri – ciri bacaan ra
tarqiq :
a.
Apabila huruf Ra berharakat kasrah atau kasrah tain
b.
Apabila Ra sukun didahului oleh huruf yang berharakat
kasrah dan sesudahnya bukan huruf isti’la ( huruf yang di baca tebal )
c.
Apabila Ra berharakat damah atau damahtain dan huruf
sebelumnya berupa Ya sukun dan Ra tersebut di waqafkan.
3. Hukum Bacaan Ra tafkhim dan tarqiq
Ciri – ciri ra yang
dibaca tafkhim dan tarqiq :
a. Apabila
ra sukun di dahului oleh huruf berharakat kasrah dan huruf sesudah huruf ra
terdapat huruf isti’la yang berharakat kasrah atau kasrahtain
b. Apabila
ada Ra sukun didahului oleh huruf yang berharakat kasrah dan sesudah ra
terdapat huruf isti’la yang tidaj berharakat kasrah .
B. MACAM MACAM MAD
1. Mad Asli
Mad asli : Memanjangkan bacaan karena ada huruf mad
dan tidak ada sebab yang mengubah keasliannya.
Cara Membaca mad asli panjangnya 1 alif
atau 2 harakat. Nama lain dari mad asli adalah mad tabi’i
|
قَالُوْا, قِيْلاَ , قُوْلُوْا
|
2. Mad Far’i
Mad far’i ialah mad yang panjangnya lebih dari pada
mad tabi’i dengan adanya beberapa sebab, yaitu bila di hadapannya terdapat
huruf hamzah yang berbaris hidup, atau huruf lainnya yang berbaris
sukun (mati) atau huruf sesudahnya itu bertasydid.
C. MACAM MACAM MAD FAR'I
Mad far’i terbagi menjadi 13 macam, yaitu :
1. Mad Wajib Muttasil
Mad wajib muttasil yaitu apabila mad asli diikuti oleh
huruf hamzah, dalam satu kata. Qadar (Ukuran) madnya dua setengah alif atau
lima harakat.
|
مَآءٍ مِنْ , خَيْرُالنِّسَآءِ , نَآئِمُوْنَ وَهُمْ
|
2. Mad Ja’iz Munfasil
Ja’iz artinya boleh.Munfasil artinya terpisah.
Mad ja’iz munfasil ialah apabila mad asli bertemu
dengan huruf hamzah pada dua kata. Huruf mad pada akhir kata yang pertama dan hamzah
pada kata kedua yang menyambutnya. Hamzah tersebut berada awal kata yang kedua.
Hukum atau cara membacanya ada tiga macam, yaitu :
o Ketika cepat, yaitu satu alif atau
dua harakat.
o Ketika sederhana, yaitu dua alif
atau empat harakat.
o Ketika bertajwid betul, yaitu dua
setengah alif atau lima haraka
|
اَمَنُوْا قُوْاأَنْفُسَكُمْ
يَاأَيُّهَاالَّذِيْ
|
3. Mad Arid Lissukun
Arid artinya baru.Lissukun artinya karena sukun
(mati).
Mad Arid lissukun ialah mad asli yang diiringi huruf
hidup dalam satu kalimat, tetapi dibaca mati karena di waqafkan.
Hukum atau cara membacanya ada tiga macam,yaitu :
o Tul (panjang) yaitu 3 alif atau 6
harakat.
o Tawassut (sedang) yaitu 2 alif atau
4 harakat.
o Qasar (pendek) yaitu 1 alif atau 2
harakat.
Keterangan :
Bila tidak di waqafkan tetap
mad asli atau mad tabi’i.
|
تَعْلَمُوْنَ , يَنْظُرُوْنَ
|
4. Mad Layyin atau Mad Lin
Lin artinya lunak.
Mad Lin ialah wau mati atau ya mati sesudah huruf
berbaris fathah serta diiringi sebuah huruf hidup.
Mad Lin ini terjadi bila dihentikan. Jika tidak
dihentikan,Tidak jadi mad lin atu tidak ada mad.
Membunyikan wau atau ya ketika matinya
seperti itu tidak boleh di keraskan dengan menekan suara padanya, tapi
hendaknya dengan dilunakan begitu rupa sesuai dengan namanya yaitu lunak
Hukum atau cara membacanya :
o Boleh 1 alif atau 2 harakat
o Boleh 2 alif atau 4 harakat
o Boleh 3 alif atau 6 harakat
|
مِنَ الْخَوْفِ , مِنَ الْقَوْمِ ,رَأْيَ الْعَيْنِ
|
5. Mad Badal
Badal artinya ganti. Mad badal ialah terhimpunanya huruf
mad beserta hamzah dalam satu suku kata.
Hukum atau cara membacanya yaitu :
o 1 alif atau 2 harakat
|
آَدَمُ , آَمَنُوْا , اِيْمَانًا
|
6. Mad farq
Farq artinya beda. Mad farq ialah mad
badal yang diiringi oleh huruf yang bertasydid. Dinamakan mad farq karena untuk
membedakan bahwa hamzah tersebut adalah hamzah untuk bertanya (Apakah).
hukum atau cara membacanya ialah :
o 3 alif atau 6 harakat
|
الْبَيْتَالْحَرَامْ وَلاَآمِّيْنَ
|
7. Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi/Kalimi
Lazim artinya harus. Mukhaffaf artinya
diringankan. Kilmi artinya kata. Jadi, mad lazim mukhaffaf kalimi ialah adanya
huruf mad yang diiringi atau disambut oleh huruf mati.
Hukum atau cara membacanya ialah :
o 3 alif atau 6 harakat.
|
آلآنَ
|
8. Mad Lazim Musaqqal Kilmi
Musaqqal artinya diberatkan. Mad lazim musaqqal kalimi
ialah apabila ada mad tabi’i bertemu dengan huruf bertasydid dalam satu kata.
Hukum atau Cara membacanya ialah :
o 3 alif atau 6 harakat.
|
وَلاَالضَّآلِّيْنَ , اَلصَّآخَّهْ , اَلطَّآمَّهْ
|
9.Mad Lazim Mukhaffaf Harfi
Mad Lazim mukhaffaf harfi ialah mad (panjang) dengan
satu alif atau dua harakat ketika membaca huruf Ha, Ya, Tho, Hamzah, Ra. Yang
terdapat pada awal surah-surah Al-Qur’an tertentu.
|
ح : حم
DIBACA: HÄMÏM ي : يس DIBACA: YÄSÏN ط : طه DIBACA: THÖHÄ ه : طه DIBACA: THÖHÄ ر : الر DIBACA: ALIF LÄMRÖ |
10. Mad Lazim Musaqqal Harfi
Mad lazim musaqqal harfi ialah mad (panjang) dengan
tiga atau enam harakat.
Cara membaca mad lazim musaqqal harfi, yaitu membaca
huruf yang diberi tanda tiga alif atau enam harakat.
Kemudian apabila ada tanda syaddah, maka membaca mad
lazim musaqqal harfi harus di idghomkan kepada huruf yang berada dihadapanya.
Disini yang di idghomkan ialah huruf lam kepada mim
dan huruf sin kepada mim.
Contoh : .
11. Mad Silah
Silah artinya bergabung . Mad silah ialah mad yang
berlaku pada ha dhamir (kata ganti). Khususnya pada hu dan hi yang artinya
“dia” .Letaknya selalu di akhir kalimat.
Mad silah terbagi menjadi 2 macam, yaitu :
o Mad silah qasirah
Artinya mad silah yang pendek
Yang di maksud adalah mad yang terjadi sesudah
bersambungnya “ha dhamir” dengan huruf hidup.
Hukum atau cara membacanya ialah :
1 alif dan 2 harakat
|
اِنَّهُ كَانَ , مَافىِالسَّمَوَاتِ وَلَهُ
|
o Mad silah tawilah
Artinya mad silah yang panjang.
Yang dimakasud adalah mad yang
terjadi jika “ha dhamir” terdapat huruf Hamzah yang hidup.
Hukum atau cara membacanya
ialah :
o 2 sampai 5 harakat.
|
اِلاَّبِإِذْنِهِ عِنْدَهُ ,اِلاَّ بِمَاشَآءَ
|
12. Mad Iwad
Iwad artinya ganti.Mad iwad ialah apabila Fathatain
pada bacaan waqaf (bacaan berhenti) di akhir kalimat.
Hukum atau cara membacanya adalah 1 alif atau 2
harakat. Kecuali ta marbutah yang berbaris fathatain, bila dihentikan tidak
jadi mad iwad, akan tetapi menjadi “HA”.
|
لِبَاسَا , عِوَاجَا
|
13. Mad Tamkin Tamkin
artinya penetapan. Mad tamkin ialah mad yang terdiri dari 2 huruf “ya” yang
bertemu dalam satu kalimat, sedangkan yang pertama berbaris kasrah dan
bertasydid , dan yang kedua mati(sukun).

0 komentar
Posting Komentar